
Jakarta, Indonesia — Persija Jakarta harus puas berbagi angka dengan Dewa United Banten setelah pertandingan sengit yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu malam, 16 Maret 2026. Laga yang penuh dengan drama dan peluang, berakhir dengan skor 1-1, di mana kedua tim gagal meraih kemenangan meski menunjukkan permainan yang menghibur sepanjang pertandingan.
Kedua tim datang dengan ambisi besar untuk mengamankan tiga poin. Persija Jakarta, yang bermain di kandang, jelas diuntungkan dengan dukungan ribuan suporter setianya, The Jakmania. Di sisi lain, Dewa United, yang tampil sebagai tim tamu, datang dengan percaya diri tinggi setelah hasil positif di laga-laga sebelumnya. Meski Persija lebih banyak menguasai jalannya pertandingan, Dewa United menunjukkan ketangguhan yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Babak Pertama: Persija Mendominasi, Dewa United Bertahan Kuat
Sejak peluit pertama dibunyikan, Persija Jakarta langsung tampil menyerang. Marko Simic dan Riko Simanjuntak yang menjadi pengatur serangan utama, berusaha menembus pertahanan rapat Dewa United. Pada menit ke-10, Simic hampir mencetak gol setelah menerima umpan silang dari Febri Hariyadi, namun sundulan kerasnya berhasil dihalau oleh kiper Dewa United, Muhammad Ridwan.
Meski Persija menguasai bola lebih banyak, Dewa United tetap mampu mengimbangi dengan serangan balik cepat yang cukup berbahaya. Zulfikar Ahmad dan Samsul Arif sering merepotkan lini belakang Persija dengan kecepatan dan ketajaman mereka. Pada menit ke-25, Dewa United hampir saja mencetak gol melalui serangan balik yang cepat. Samsul Arif memberikan umpan kepada Zulfikar Ahmad, namun tendangannya dari luar kotak penalti masih meleset tipis dari sasaran.
Namun, Persija kembali mengancam pada menit ke-35. Riko Simanjuntak yang tampil cukup cemerlang, memberikan umpan terobosan kepada Marko Simic, namun tembakan Simic dari dalam kotak penalti berhasil ditepis oleh Ridwan. Beberapa peluang lainnya juga gagal dimaksimalkan oleh pemain-pemain Persija, dan babak pertama ditutup dengan skor 0-0.
Babak Kedua: Drama Gol yang Terjadi di Menit-Menit Akhir

Memasuki babak kedua, intensitas permainan semakin meningkat. Dewa United, yang di babak pertama banyak bertahan, mulai lebih berani menyerang. Zulfikar Ahmad yang sebelumnya beberapa kali menciptakan peluang, kembali menjadi kunci serangan tim tamu. Pada menit ke-55, sebuah umpan silang terarah dari Samsul Arif hampir disundul oleh Zulfikar, namun bola berhasil diblokir oleh barisan pertahanan Persija yang dipimpin oleh Otavio Dutra.
Dewa United akhirnya berhasil membuka skor pada menit ke-60. Sebuah serangan balik cepat yang dimulai dari kaki Samsul Arif, diselesaikan dengan baik oleh Zulfikar Ahmad. Dengan cerdik, Zulfikar mengelabui Andritany Ardhiyasa, kiper Persija, dan menendang bola datar ke pojok kiri bawah gawang. Skor 1-0 untuk Dewa United, yang mengejutkan banyak pihak karena mereka berhasil unggul di kandang lawan.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Persija Jakarta yang terus menekan sejak gol Dewa United, akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-75. Febri Hariyadi yang kembali menjadi pemberi assist, mengirim umpan silang yang sangat akurat kepada Marko Simic. Tanpa ampun, Simic menanduk bola dengan sempurna, menembus pertahanan Dewa United dan menaklukkan Muhammad Ridwan. Gol tersebut membawa skor menjadi 1-1, dan stadion yang dipenuhi oleh suporter Persija langsung meledak dengan sorakan.
Perjuangan Terus Berlanjut: Persija dan Dewa United Gagal Mencetak Gol Kemenangan
Setelah gol penyama kedudukan tersebut, pertandingan semakin sengit. Persija yang bermain lebih terbuka mencoba untuk menambah gol, namun upaya mereka selalu terhalang oleh pertahanan solid dari Dewa United. Otavio Dutra dan Dany Saputra tampil sangat disiplin dalam menghalau setiap bola yang datang ke area pertahanan mereka. Tak jarang, Muhammad Ridwan juga tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan penting.
Namun, Dewa United yang juga berusaha menambah gol, tak berhasil memanfaatkan beberapa peluang yang mereka dapatkan. Pada menit ke-80, sebuah serangan balik cepat kembali mengancam Persija. Samsul Arif yang melewati beberapa pemain bertahan, memberikan umpan kepada Zulfikar Ahmad, namun tembakannya masih bisa diblokir oleh Andritany. Dewa United tampaknya cukup puas dengan hasil imbang, meskipun mereka sempat memberikan ancaman.
Menjelang menit-menit akhir, meskipun kedua tim terus saling menyerang, tak ada lagi gol yang tercipta. Persija Jakarta yang sempat unggul dalam penguasaan bola dan tekanan, gagal mengubah hasil imbang tersebut menjadi kemenangan. Dewa United, di sisi lain, dengan strategi bertahan yang solid, mampu bertahan hingga peluit akhir.
Hasil Imbang yang Memuaskan Kedua Tim
Dengan berakhirnya pertandingan dengan skor 1-1, kedua tim harus puas dengan hasil imbang ini. Bagi Persija Jakarta, hasil ini tentu mengecewakan karena mereka bermain di kandang dan memiliki lebih banyak peluang untuk menang. Namun, kegagalan mereka dalam menyelesaikan peluang menjadi pembelajaran penting untuk laga-laga berikutnya.
Di sisi lain, Dewa United menunjukkan kualitas permainan yang semakin solid. Tim yang kerap dipandang sebelah mata ini, membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim besar seperti Persija Jakarta. Meski hanya meraih satu poin, Dewa United akan kembali menunjukkan mentalitas juara di pertandingan mendatang.
Perspektif Kedepan: Peluang Kedua Tim
Persija Jakarta tetap berada dalam perburuan gelar Liga Indonesia 2026, namun mereka harus segera memperbaiki penyelesaian akhir yang menjadi titik lemah mereka di pertandingan ini. Tim besutan Thomas Doll harus lebih tajam dalam memanfaatkan peluang agar tidak kehilangan poin berharga di pertandingan berikutnya.
Dewa United, meskipun gagal meraih kemenangan, menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang dapat bersaing dengan klub-klub besar. Dengan tim yang semakin kompak dan performa yang terus meningkat, Dewa United memiliki peluang untuk terus bersaing di papan atas klasemen Liga Indonesia.